Jalil Penikmat Kopi, Bukan Teh

Apa Itu Omset? Cara Menghitung Omset

2 min read

apa itu omset

Hal terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis adalah omset. Lantas, apa itu omset? Bagaimana cara menghitungnya? Yuk kita bahas secara detail pengertian omset!

Mengetahui seberapa baik bisnis Anda berjalan sangatlah penting. Terutama jika Anda sedang berencana menarik investor baru maupun rencana bisnis kedepan.

Omset dan profit menjadi salah satu indikator kunci dalam suatu bisnis atau usaha. Keduanya tidak bisa dipisahkan, meskipun masih banyak orang yang salah arti antara omset dengan profit.

Berikut kami jelaskan pengertian omset secara detail serta bagaimana membedakannya dari profit.

Apa Itu Omset?

Definisi omset dalam bisnis memang memiliki beberapa arti. Sehingga membuat orang bingung dan tertukar dengan arti dari profit.

Dalam bidang akuntansi, pengertian omset adalah seberapa banyak bisnis Anda menghasilkan penjualan selama suatu periode tertentu.

Sedangkan menurut KBBI, omset merupakan jumlah uang hasil dari penjualan barang/jasa selama suatu periode.

Gampangnya, omset adalah seluruh pendapatan penjualan/jasa dari suatu perusahaan/bisnis dalam satu periode tanpa pengurangan biaya apapun. Dengan kata lain, omset disebut juga sebagai “Pendapatan Kotor” dari sebuah bisnis/perusahaan.

Apa Perbedaan Omset dan Profit?

Secara definisi, profit merupakan selisih dari seluruh pendapatan penjualan (omset) dengan biaya pengeluaran. Singkatnya, profit = omset  – biaya.

Dari sini, sudah terlihat bahwa arti omset tidak sama dengan profit. Perbedaannya terletak pada perhitungan biaya.

  • Omset >> Pendapatan Kotor disebut juga bruto.
  • Profit >> Pendapatan Bersih disebut juga netto.

Apa Itu Laba?

Pengertian laba adalah sama dengan profit, dimana selisih antara seluruh penjualan (omzet) dengan biaya yang dikeluarkan.

Dengan kata lain, definisi laba dan profit adalah sama-sama memiliki arti keuntungan atau pendapatan bersih. Pendapatan bersih ini sudah dikurangi biaya produksi maupun biaya lainnya.

Sehingga sudah terlihat jelas perbedaan omset dan profit. Hal ini penting untuk diketahui terutama dalam mengelola keuangan bisnis atau perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, simak cara menghitungnya sebagai berikut.

Cara Menghitung Omset dan Profit

Cara menghitung omset penjualan terbilang relatif mudah.

Berikut rumus perhitungan omset:

Omset (TR) = harga jual (P) X kuantitas jual (Q),

TR = P X Q

omset

Contoh cara menghitung omset penjualan kaos.

Jika bisnis Anda menjual 1.000 kaos seharga 50.000, maka perhitungan omset yang didapat yaitu 50.000 X 1.000 = 50.000.000 (50 juta)

Sedangkan cara menghitung profit sebagai berikut:

Profit (MP) = Omset (P X Q ) – Biaya (C), atau

MP = (P X Q ) – C

Misalkan bisnis kaos tersebut menghabiskan biaya produksi sebesar 25 juta. Maka profit yang didapat yaitu 50 juta – 30 juta = 20 juta.

Apakah omset yang didapat berbanding lurus dengan profit?

Belum tentu. Semua tergantung dari besaran biaya produksi bisnis atau perusahaan.

Untuk kasus bisnis kaos diatas, biaya produksi sebesar 30 juta. Bagaimana jika biaya produksi lebih besar dari omset atau misalkan biaya produksi 51 juta?

Maka bisnis kaos tersebut tentu akan defisit biaya sebesar 1 juta. Artinya, bisnis tersebut mengalami kerugian.

Baca juga: 6 Sumber Peluang Usaha yang Menjanjikan

Mengapa Omset itu Penting?

Kesuksesan sebuah bisnis diukur dari banyaknya profit yang didapat. Semakin besar profit, tentu semakin besar keuntungan dan kesuksesan bisnis tersebut.

Sedangkan omset tidak bisa dijadikan acuan kesuksesan sebuah bisnis. Karena omset merupakan pendapatan kotor, dimana belum dikurangi biaya.

Kenapa begitu? Karena jika biaya yang dikeluarkan ternyata lebih besar dari omset, tentu bisnis tersebut mengalami kerugian.

Makanya, para pebisnis hanya menjadikan omset sebagai acuan untuk mengetahui seberapa besar bisnis atau usaha yang dikelola. Bukan seberapa banyak keuntungan yang didapatkan.

Kesimpulan

Penting bagi pemilik bisnis untuk memahami omset yang didapat. Terutama untuk mengetahui apa yang dibutuhkan untuk mencapai profit / keuntungan bisnis.

Termasuk melakukan analisa biaya pengeluaran. Jangan sampai bisnis Anda mengalami kerugian tanpa mendapatkan profit sama sekali.

Selain itu, Anda juga harus mencari cara untuk membuat bisnis Anda lebih efisien. Misalkan dengan melakukan penghematan dari biaya administrasi atau biaya produksi.

Jika melibatkan pihak ketiga, anda bisa menegosiasikan ulang kontrak dengan pihak tersebut sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.

Jalil Penikmat Kopi, Bukan Teh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *